Tampilkan postingan dengan label Jelajah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jelajah. Tampilkan semua postingan

Memaknai kembali cinta dan alam

Mengartikan Pecinta Alam secara harfia berarti mengartikan dua kata dasar cinta dan alam, jika mengartikan dan menjabarkan kata cinta pasti akan luas dan banyak orang yang berbeda-beda mengartikan dan mengeplementasikannya. kata alam sendiri cenderung hanya sebagai objek juga mengalami degradasi arti, alam cenderung hanya di batasi pada area liar yang tidak ada penghuni manusia. 

Embun awan #1

Satu persatu barang bawaan yang terbungkus rapi di masukan kedalam tas ransel yang telah dibelinya setahun yang lalu dan jarang dipergunakan, sejenak dia berhenti mengingat barang apa yang terlupa.

"jadi kapan kamu berangkat?". tanya embun yang sedari tadi hanya melihat awan mengepak barang.

"hari ini yang pasti". jawab awan singkat sambil melanjutkan packing.

"kamu beneran akan pergi?" tanya embun lagi

Gunung adalah

Apa sih syarat suatu kondisi alam disebut gunung?

Mdpl? Ketinggian? Volume?
Jika yang dimaksud "gunung" sebagai terminologi bahasa Sunda, maka konsepsi budaya Sunda-lah yang mampu menjawab dan mendefinisikannya.

"Gunung" merupakan terminologi Sunda yang berarti unggulan, dalam bahasa Indonesia secara sederhana bisa berarti "tonjolan", atau dalam bahasa populer berarti "promina", dalam bahasa Inggris secara pragmatis sering digunakan istilah "prominance" untuk mewakili nya.

Diam sejenak

aku ingin kita diam saja sejenak
sambil melihat ilalang-ilalang yang juga saling diam
hanya sesekali bergoyang tertiup angin

Bangku Kosong

Aku punya waktu dan bangku kosong untuk mendengarkan gerakan bibir mu bercerita.
bercerita tentang apa saja yang kamu mau, atau yang nggak kamu mau, ceritakan saja.
aku gak maksa..

Sebuah Perjalan

.
..
...

Ketika menuju suatu tempat bersama seseorang atau lebih kemudian tertawa bersama, lalu kembali pulang dengan selamat sampai rumah,







.... itulah perjalanan

Sedang Rindu

Entah sudah berapa lama aku tak mengunjunginya.
Tak menemuinya...
Sudah lama aku tak merasakan dinginnya,
Yang bisa juga hangat terasa.
Menghabiskan malam dengan segelas kopi panas yang cepat menjadi dingin.
.
.
Sepertinya tak mengapa aku tak datang,
Karena sudah banyak dan sering yang datang padanya..
Sedang rindu sebenarnya..
.
.
.
Tapi biarlah,
Sudah banyak yang menemuinya,
Semoga mereka-mereka memperlakukannya lebih baik..
.
.
Dan yang sebenarnya akan lebih baik buatnya jika aku tak mememuinya,
Tapi aku rindu sebenarnya..
.
.
Rindu berpeluh,
Rindu bercerita dalam malamnya,
Rindu berpeluk dingin,
Rindu bertawa,
Rindu hening yang disajikannya,
.
.
Yang sepertinya sekarang tak pernah lagi hening.

#rindu #gunung

(bukan) Anak Gunung

.
.
.
.
.
.
.


seperti yg sudah-sudah meski belum disudahi, anak kegunung-gunungan makin hari makin ngehits seiring tayangan yang ke etventur etventuran. dan kembali jadi terend julukan anak gunung, anak pantai, anak panjat.

Mendaki bukan Wisata (bukan mawar part.2)

saat ini saya sedang duduk, duduk di kursi, ada meja di depan saya dan tentu saja ada leptop. iya.. saya sedang di kantor, jangan nanya kenapa saya jadi mengantor lagi, karena saya sedang males njelasinnya. kapan-kapan saja saya jelasin, itu klo kalian masih pengen tau.

saya juga ndak lagi mau ngomongin mawar, ya lagi ndak mau aja, kasihan ntar mawar disana ndak tenang hidupnya diomongin orang di negaranya sendiri.

tadi saya sedang pup, kenapa saya pup? ya karena kebelet. di pup tadi ndak kepikiran si mawar, ya ngapain juga mikirin si mawar pas pup. tadi itu saya kok kangen, iya kangen naek gunung, kangen jalan pelan2 nggendong tas segede gaban, berpeluh, ngos-ngosan. duduk dulu nyante nikmatin hutan yang tenang, ya kangen itu saya. tapi kok saya pikir-pikir udah susah mau kyk gitu, bukan susah tenaga, saya masih kuat lah bawa tas tapi ya yang lebih kecilan dikit. bukan juga susah napas, saya emang pendaki selow, ndak buru2 nyampe yang penting enjoy. yang penting juga udah nyiapin fisik sebelum naek.

Gunung tak lagi sunyi


Seperti biasa, seharusnya sudah aku packing perlengkapan dan logistic di tas ceril..
Ya seharusnya seperti biasa melarikan diri ke gunung saat suntuk dengan hiruk pikuk hidup, sekedar bermalam kedinginan, sekedar menikmati kopi yang kadang racikannya tak begitu enak, tapi terasa begitu nikmat saat berada diatas sana.
Ya hanya sekedar bercerita dengan kawan, bahkan cerita yang sama yang pernah kami bicarakan di café di tengah hiruk pikuk, tapi cerita itu lebih nikmat terdengar di atas sana.
Menghisap rokok yang sama, yang biasa kami hisap di warung kopi kota. Rokok merek yang sama, tapi di atas sana satu hisapan begitu terasa sangat berharga untuk tidak benar-benar dinikmati. Sesekali benar-benar menghisap dalam-dalam asap rokok lalu dihembuskan panjang-panjang.
Langit malam di atas sana tak selalu indah sebenarnya, bintang-bintang tak selalu terlihat terang di hamparan langit gelap, ya tak seterang lampu-lampu kendaraan, tak segemerlap lampu-lampu gedung di kota. Tapi pada bintang-bintang di atas sana kami biasa menggantungkan mimpi-mimpi
Tapi..
Gunung sekarang tak lagi sunyi, gunung sekarang sama hiruk pikuknya dengan kota. Gunung bukan lagi tempat melarikan diri dari ramai, bukan lagi tempat pergi dari kepadatan.
Lalu kemana lagi aku harus lari? Dimana lagi tempat sunyi?
….
….
…….
………

Aku sudah menemukan tempat sunyi..
Ya di sini aku masih bisa menikmati kopi dan asap rokok..
Ya di sini..
Di kamar ini tempat sunyi yang tersisa..


bedroom, January 4, 2015

membaca artikel sendiri

setelah setahun jadi zombie industri jiwa harus dibersihkan dengan mendaki gunung,. hehehee,.
sebenarnya rencana tahun ini mau ke rinjani, tapi karena suatu hal jadi banting setir aja ke semeru, kebetulan sudah pengen lagi sampe puncak, sudah beberapa lama tidak punya hasrat buat kepuncak gunung, jadi naek gunung cuman camping2 doang,.

setelah koling2 kawan2 dimalang akhirny disepakati nanjak kesemeru tgl 19 agustus, sengaja memang setelah lewat 17 agustus untuk menghindari padatnya pendaki,. paling gak asik kalo ke gunung rame banget,.

well meski telah beberapa kali naik gunung, untuk persiapan peralatan dan perlengkapan tetep juga baca2 artikel tentang persiapan naik gunung,.
setelah searching2 kesana kemari akhirnya nemu artikel keren tentang persiapan naik gunung,.
nih link artikel2nya,.

Pentingnya pemanasan

Tidak dipungkiri, olahraga memberikan segudang manfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.

Dengan berolahraga, organ tubuh, sendi, dan otot-otot yang kita miliki dapat terjaga dan bekerja optimal. Dengan satu syarat, olahraga dipilih sesuai dengan porsi dan peruntukannya.

Namun demikian, entah karena lupa atau sudah menganggap olahraga sekedar hobi, aktivitas yang seyogyanya memberikan nilai plus terhadap kesehatan ini terkadang malah mendatangkan bencana. Keseleo pada lengan, kram pada jari-jari kaki, serta nyeri pada bagian punggung acap menimpa orang yang tengah berolahraga. Tentu, kita tidak ingin hal tersebut menimpa kita saat berolahraga.

Lalu, apa silusinya? Kuncinya hanya satu, lakukan pemanasan (warming up) sebelum anda berolahraga. Semisal jika anda memilih bulutangkis sebagai olahraga penjaga stamina, jangan setianya di lapangan anda langsung memegang raket dan memukul shuttlecock sekeras-kerasnya. Hal ini dapat memicu terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya nyeri pada punggung, keseleo, atau terkilir pada persendian. Bahkan tak jarang atlet yang tidak melakukan pemanasan bagian kakinya mengalami kram.

Oleh sebab itu, sesampainya dilapangan, sebisa mungkin anda melakukan gerakan-gerakan ringan seperti lari di tempat atau lari-lari kecil mengitari lapangan. Kegiatan sederhana ini membuahkan hasil yang sangat berarti, yakni mampu mengalirkan darah darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi keseluruh otot yang akan digunakan selama berolahraga.

Setelah lari-lari kecil ditepi lapangan, lanjutkan pemanasan dengan peregangan otot kaki, lengan, dan leher. Ayunkan raket dengan gerakan forehand, backhand, dan lop. Lakukan semua ini dengan relaks dan hati-hati, agar otot dapat menyesuaikan gerakan yang anda buat.

Lakukan pemanasan hingga tubuh berkeringat, setidaknya 15-20 menit sebelum anda memegang raket ditengah lapangan. Walaupun pemanasan bermanfaat bagi otot, bukan berarti anda harus berlama-lama pemanasan. Pemanasan berlebih akan membuat badan terlalu letih sebelum berolahraga. Pemanasan yang terlalu bersemangat dan keras juga dapat menimbulkan cedera pada persendian. [BYU]

Disadur dari harian Kompas /klasika/selasa, 18 juni 2013/hal 50

Peralatan dan perlengkapan mendaki gunung

<img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWpJNhJqZpR8ka6zJm_zoq2l0t7nlboLlc4mPEXbBvWZl3o3lGVjZoXpxXqcl1P3cH5meHb4FVi_q9O5bLMgRSI0SeHKrPlonlTof4__iKxC9OzyNgJuFu2fA-A3wsKKvV_05o_Dxs-PI/s1600/100_3495.JPG alt="peralatan dan perlengkapan mendaki gunung">
Peralatan dan perlengkapan mendaki gunung

Mendaki gunung memang menyenangkan dan menantang namun juga bukan kegiatan yang ringan, mendaki gunung cukup berat dan merepotkan. Nah agar pendakian kita terasa nyaman dan menyenangkan selain persiapan fisik tentu juga harus mempersiapkan  peralatan dan perlengkapan. Berikut ini akan saya bagikan peralatan dan perlengkapan apa saja yang harus dibawa saat mendaki.
Mendaki gunung bukan kegiatan solo atau individu. Mendaki akan lebih aman dan nyaman jika dilakukan secara berkelompok. Disini juga saya jelaskan peralatan pribadi dan peralatan kelompok.

Persiapan Fisik Sebelum Pendakian Gunung


[img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhP6ErExcDIT-mudzjT-7mthY-iE1hE4QQCHhyphenhyphenPVq_SBgwwxQTFMUE9nxqb5Y-aDtfQv6TZP6nxQF4ju36iwazAQC9anJzX7KQ7JueXuEYa8WzvOav3LzW6xBX34p7bXVHKi0hYggdTDwg/s1600/100_7765.JPG" alt="Persiapan fisik sebelum mendaki gunung"]
Persiapan Fisik Sebelum Pendakian Gunung 
 Pendakian gunung merupakan kegiatan yang banyak menguras tenaga, sehingga dibutuhkan stamina yang lebih bagi seorang pendaki untuk melakukan pendakian. Lakukan latihan fisik dengan berolahraga secara rutin untuk meningkatkan stamina  saat pendakian gunung, dan yang paling penting agar tubuh tidak kaget dengan aktifitas kita saat pendakian nanti. Persiapan fisik apa saja untuk mendaki gunung? Berikut beberapa latihan untuk persiapan mendaki yang dilakukan minimal selama 2 minggu sebelum pendakian:

Tips Persiapan Mendaki Gunung


<img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsV3BlaEl6DZzI0UB2tQry4MTtZKCm6x9fHne3ehfoyUFoD3uk72eK21kV2T0G8bqyOGtG77Y62QIojkmirsszEhqio7MDywrLiR8Uk7Sggf_gNP7SViJAJxduKWzq3YPXVhi5MJD2VYQ/s1600/DSC00585.JPG" alt="Persiapan mendaki gunung">
Mendaki gunung dijalan menanjak
Satu dekade terakhir mendaki gunung bukan lagi kegiatan yang esklusif bagi beberapa komunitas saja, bahkan sebelum tayangnya film 5cm, yang baru-baru ini juga turut memperkenalkan kegiatan mendaki gunung, kegiatan pendakian telah jamak dilakukan oleh orang-orang diluar komunitas.
Mendaki gunung tak lagi menjadi monopoli komunitas pecinta alam maupun penggiat alam. Kegiatan ini telah digemari semua kalangan dan akhir-akhir ini pun semakin diminati, namun demikian bukan berarti kegiatan mendaki gunung diremehkan karena dianggap menjadi semakin mudah dan tingkat berbahayanya berkurang, pendakian tanpa dibekali pengetahuan dasar pelakunya dapat meningkatkan resiko bahaya saat pendakian.
Mendaki gunung jangan dianggap enteng. Perlu persiapan khusus. Menganggap remeh persiapan bisa berakibat fatal. Kalau Anda ingin mendaki gunung, cobalah simak tips dan yang perlu diperhatikan dalam pendakian :

Baca Juga

Embun awan #1

Satu persatu barang bawaan yang terbungkus rapi di masukan kedalam tas ransel yang telah dibelinya setahun yang lalu dan jarang dipergunaka...

Paling banyak di baca