Adat Kejancukan (mawar part.1)

Semua orang pasti punya teman, iya teman orang yang kita kenal dan tentu saja sebaliknya dia juga kenal kita dan juga telah ada interaksi diantaranya, gitu aja si menurut saya. interaksi bisa bermacam-macam bisa percakapan, pertolongan dan apalah itu.
mungkin sebagian orang atau mungkin hampir semua mengklasifikasikan teman, ada yang disebut kawan lama, kawan karib dan yang paling popupuler sahabat atau sohib bahkan ada yang menyebut teman mereka sebagai saudara.
kalau sayah sendiri ya cukup teman saja, semuanya sama ya teman. mungkin hanya embel-embel di belakangnya saja yang berbeda, yang sebenernya cuman untuk menjelaskan sejarahnya saja. misal teman kuliah, teman SMP, teman Kerja, teman Main.
ndak perlulan saya jelaskan artinya, meski masing punya asal usul perkenalan bukan berarti interaksi kami terbatas embel-embel dibelakang sebutan teman tadi.
tiap orang memang bermacam-macam mengartikan teman ya biar sajalah ndak usah diperdebatkan yang penting mereka bahagia.

Emak maen facebook

tadinya buka-buka status facebook di taun-taun yang lalu buat nyari-nyari bahan buat ngetik, tapi kok malah nemu wall2an dan komen yang keanuan,.
hahahahhaaaa,..

isi time line facebook emang tumbuh kembang dari taun ke taun, dulu isi timeline yang keunyu-unyuan dan alay2, kini semakin dewasa saking dewasanya sampai membawa anak2nya di timeline. sepertinya saya harus mensortir teman-teman FB saya, biar ndak tua-tua banget timeline saya. bukanya saya ndak suka teman-teman itu share share anak-anaknya, tapi ya mbok punya hati dikit gitu loh, berempati dikit sama temennya.
dikit wae lah rah sah akeh-akeh, ngerti toh maksudku,.

meski lebih banyak timeline yg menua masih ada timeline yang muda-muda bergairah yang menggelora, ada beberapa memang yang masih kalah ngalay sebenernya dengan status2 beberapa taun yang lalu, termasuk setatus saya,. :D

Pengetik

Selamat malam yang mungkin sudah pagi..

okeh lah saya akan tambah entri belog ini, lama memang tak menceloteh celotehan renyah (katanya) yg tidak renyah sebenernya, lebih sering yg gak terlalu sering juga berceloteh di twitter

ada yg bertanya "seneng nulis mas?".
"seneng si, tp belum aku nyatakan". jawab ku
"klo semua bisa dinyatakan, gak ada yang berhayal mas". balasnya
"aku nanya formalitas aja buat pembukaan". katanya lagi
"iya sama, aku njawab juga cuman formalintas, biar terlihat sopan". jawab ku lagi.

Gunung tak lagi sunyi


Seperti biasa, seharusnya sudah aku packing perlengkapan dan logistic di tas ceril..
Ya seharusnya seperti biasa melarikan diri ke gunung saat suntuk dengan hiruk pikuk hidup, sekedar bermalam kedinginan, sekedar menikmati kopi yang kadang racikannya tak begitu enak, tapi terasa begitu nikmat saat berada diatas sana.
Ya hanya sekedar bercerita dengan kawan, bahkan cerita yang sama yang pernah kami bicarakan di café di tengah hiruk pikuk, tapi cerita itu lebih nikmat terdengar di atas sana.
Menghisap rokok yang sama, yang biasa kami hisap di warung kopi kota. Rokok merek yang sama, tapi di atas sana satu hisapan begitu terasa sangat berharga untuk tidak benar-benar dinikmati. Sesekali benar-benar menghisap dalam-dalam asap rokok lalu dihembuskan panjang-panjang.
Langit malam di atas sana tak selalu indah sebenarnya, bintang-bintang tak selalu terlihat terang di hamparan langit gelap, ya tak seterang lampu-lampu kendaraan, tak segemerlap lampu-lampu gedung di kota. Tapi pada bintang-bintang di atas sana kami biasa menggantungkan mimpi-mimpi
Tapi..
Gunung sekarang tak lagi sunyi, gunung sekarang sama hiruk pikuknya dengan kota. Gunung bukan lagi tempat melarikan diri dari ramai, bukan lagi tempat pergi dari kepadatan.
Lalu kemana lagi aku harus lari? Dimana lagi tempat sunyi?
….
….
…….
………

Aku sudah menemukan tempat sunyi..
Ya di sini aku masih bisa menikmati kopi dan asap rokok..
Ya di sini..
Di kamar ini tempat sunyi yang tersisa..


bedroom, January 4, 2015

diam

Terkadang aku diam tak bertanya bukan karena aku tak peduli
Aku diam tak bertanya karena aku tahu, aku hanya bisa bertanya tanpa bisa berbuat apa-apa..
Dan itu menyedihkan..

Bagiku semua pertanyaan itu punya makna, punya maksud..
Bukan hanya sekedar Tanya, sekedar untuk tahu..

Dan jika aku diam…
Jika aku tak bertanya tentang apa pun..
Jika aku tak berbicara apa-apa..
Karena aku sadar.. aku tidak bisa melakukan apa-apa
Aku tak bisa memberi apa-apa..

Karena itu aku diam..

Rindu kematian

Mungkin banyak orang yang takut akan kematian ataupun enggan membicarakan kematian, tapi bukankah hidup adalah antri untuk mati? Mengantri yang tak tau berapa urutan kita, yang tak tau berapa lama kita menunggu. Tapi yang pasti kita menunggu mati.
Saat mengantri pasti ingin segera tiba gilirannya, dan bagiku seharusnya seperti itulah manusia. Tapi entah kenapa kebanyakan orang enggan membicarakan kematian, terdengar tabu..
Ya memang aku belum pernah merasakan kehilangan karena kematian, benar-benar merasakan kehilangan. Meskipun sudah ada beberapa teman ku yang sudah meninggal tapi kehilangan itu tentu berbeda dengan yang dirasakan oleh keluarganya. Dan yang pasti aku akan merasakan itu yang entah kapan.
Ada kalanya aku iri pada mereka-mereka yang telah tiada, ya iri pada mereka yang telah tiba giliran saat mengantri. Mereka-mereka yang telah tiada terasa sangat begitu dikagumi, dipuji dan kemudian beberapa lama sangat begitu di rindukan dan diharapkan. Hingga terlupa dengan yang masih ada.

Dan begitulah.. "jangan bersedih kalian yang telah tiada, karena kesedihan milik kami yang engkau tinggalkan, berbahagialah kalian yang telah tiada karena selalu kami kenang dan kami rindukan.."

Kehidupan semakin aneh

Aku rasa memang benar adanya, kehidupan ini semakin aneh. Ya semakin aku tua semakin aneh kehidupan ini. Begitu banyak orang menginginkan sesuatu tapi entah karena apa dia gak mau hal itu. Atau mereka mengeluh dengan apa yang telah dikerjakan, tapi masih saja dilakukan berulang-ulang dan terus-menerus. Aneh
Acara-acara televisi begitu aneh, entah itu sinetron, talkshow atau entah apapun itu nama acaranya,. Ya gak sedikit penonton yang mengeluh bahkan mencaci buruknya acara, berdampak buruknya acara, tapi.. mereka masih saja rutin menonton.. aneh
Keanehan terkadang menimbulkan ketidak adilan aku rasa, iya tidak adil,.
Percerain keanehan yang luar biasa menurutku, jika alasan ketidak cocokan kenapa bisa terjadi setelah menikah? Lalu apa yang terjadi sebelum memutuskan menikah?
Jika selingkuh ketika telah menikah, kenapa dilakukan? Tapi ketika aku mendengar alasan dari pelaku selingkuh, aku sendiri gak bisa memberi penjelasan untuk membantah alasan mereka, meskipun aku juga tidak membenarkan alasan mereka. Aneh..
dan tidak jarang pula aku mendengar cerita tentang ketidak nyamanan pernikahan, ya cerita betapa tidak enaknya menikah, mereka bilang lebih enak single, lebih asik sendiri. Tapi anehnya setelah berpisah mereka menikah lagi. Aneh
berita-berita dimedia banyak yang berbeda antara media satu dan lainnya, dan anehnya tiap berita punya orang-orang sendiri yang mempercayainya, entah atas dasar apa mereka percaya, meski telah tau ada perbedaan. Bahkan masing-masing sampai begitu ngotot membelah dan membenarkan berita yang dipercaya. Aneh

dan entah lah apa lagi yang aneh, yang agak sulit aku menuliskannya, begitu juga tulisan ini. Aneh

Baca Juga

Embun awan #1

Satu persatu barang bawaan yang terbungkus rapi di masukan kedalam tas ransel yang telah dibelinya setahun yang lalu dan jarang dipergunaka...

Paling banyak di baca