tulisan kali ini akan sangat random, mungkin lebih random dari sebelumnya bahkan lebih renyah dari sebelum sebelumnya. iya arti renyah yang sudah pernah aku jabarkan di caption instagram.
Agustus, bulan ke delapan pada tahun masehi. setiap bulan memang punya cerita tersendiri, tapi cerita di bulan agustus selalu lebih memorable. (bener gak sih tulisannya memorable?) entah lah.
mulai sebuah cerita pertemuan, pergolakan dan perpisahan. bukannya terpenjara dalam kenangan, hanya memang tak bisa hilang begitu saja bukan?
ah pasti kalian terlalu menjurus pada persoalan cinta cintaan, terserah saja memang, bukankah kita memang selalu mempercayai apa yang sudah kita yakini meski ada penjelasan yang sebenarnya.
bingung bukan?
ya seperti itulah renyah.
satu jam lagi bulan agustus di tahun ini habis dan tulisan ini belum juga banyak apa lagi dari selesai.
dan sore tadi ada hal yang cukup mengejutkan karena tak disangka meski aku tau, hanya karena ngetag dan berlanjut pada sebuah telpon yang lalu berakhir pada kata oke.
hal hal yang seharusnya tidak boleh, hal hal yang sama sama kami tau, hal yang sama sama kita lakukan dan terjadi begitu saja. dan lagi itu sering terjadi pada kemarin kemarinnya.
"jika ada kata yang 5 tingkat diatas kata maaf, maka akan aku katakan"
Semarang, akhir Agustus 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Baca Juga
Embun awan #1
Satu persatu barang bawaan yang terbungkus rapi di masukan kedalam tas ransel yang telah dibelinya setahun yang lalu dan jarang dipergunaka...
Paling banyak di baca
-
Mungkin sudah banyak yang tau tentang reklamasi Teluk Benoa dibali yang ditentang oleh masyarakat bali dengan salah satu publik figure yan...
-
Dulu kita begitu mudah bersama Masalah dunia bukanlah kendala Yang jadi kendala hanya rupiah bukan penghalang kita berjumpa Kini kau dimana ...
-
1 Setelah bercerita panjang, bapak mengambil rokok kretek yang tergeletak di meja. dengan memegang rokok dan korek ditangannya, tanpa menya...
-
Dimana sarjana-sarjana hukum? kok hukum masih saja tumpul Dimana sarjana-sarjana kehutanan? kok hutan semakin gundul dimana sarjana-sarjana ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar